Pengukuhan dan Pelantikan Kepengurusan LDII Koltim 2025-2026 Dihadiri Sejumlah Pejabat Tinggi di Daerah dan Tokoh Penting

Publisher Admin-Situs Sultra
June 18, 2026
Last Updated 2026-06-18T09:51:51Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

 KOLTIM,SITUSSULTRA.com-Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) secara resmi baru saja mengukuhkan dan melantik Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) dan sejumlah pengurus baru masa bakti 2025-2030, tepatnya di Aula Kantor Lurah Ladongi Kecamatan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur, Kamis (18/6/2026). 


Sesuai pantauan dalam pengukuhan ini dihadiri sejumlah Tokoh Publik penting dan Pejabat Tinggi Daerah serta Pimpinan Instansi terkait lainnya yakni, Bupati Kolaka Timur yang diwakili Asisten I, Ketua DPRD Koltim Hj.Jumhani,S.Pd,M.Si, Kapolres KolakaTimur atau yang mewakili, Dandim 1412 Kolaka atau yang mewakili, Ketua DPW LDII Provinsi Sulawesi Tenggara, Kepala Kesbangpol Koltim, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Koltim, Ketua Tokoh Pemekaran Koltim, Tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan sejumlah pihak terkait lainnya,

 

Pengukuhan dan Pelantikan ini mengusung tema "Membangun Kepemimpinan Profesional yang Berkarakter Luhur, Memperkuat Moderasi Beragama, dan Kontribusi Nyata untuk Masyarakat."

 

Dalam sambutannya, Plt. Bupati Kolaka Timur yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Marwan berpesan kepada para pengurus yang telah dilantik  agar menjalankan tugas sesuai amanah dengan iklash.  


“Di pundak Bapak Ibu tentu ada tanggung jawab yang besar, yang Bapak Ibu harus laksanakan dengan penuh keikhlasan dan ketulusan,” kesannya.

 

Ia mengatakan, dalam menjalankan amanah tentu para pengurus yang baru akan mendapatkan banyak tantangan-tantangan muka dari  tingkat bawah hingga atas. 


"Saya merasakan itu karena, mohon maaf, di kampung saya, di Mowewe, ada banyak anggota LDII, Saya sering berkomunikasi, berinteraksi, ketika mereka melaksanakan program kerja organisasi LDII itu sendiri," katanya. 


"Banyak memang tantangan yang didapatkan di lapangan. Tidak sedikit orang memberikan argumen yang berbeda-beda," sambungnya. 


Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa dalam menjalankan amanah dibutuhkan sebuah niat tulus dan ikhlas, karena  hanya semata-mata untuk mendapatkan ridho dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. 


"Kita semua, warga masyarakat Kolaka Timur tentu merasa berbangga dan bergembira sebagai masyarakat Kabupaten Kolaka Timur. Karena kenapa? Di tengah kemajemukan kita semua, baik itu suku, agama, maupun ras, ini semua terpelihara dengan bagus," ujarnya. 

 

"Toleransi, modernisasi beragama, ini terpelihara dengan bagus. Faktanya, Alhamdulillah, kita di Kabupaten Kolaka Timur, mungkin kalau saya tidak salah, kita tidak pernah mendengar atau mendapatkan ada konflik, ada gesekan di tingkat bawah, karena hanya persoalan perbedaan, saya kira ini merupakan modal dan aset besar bagi kita semua," tambahnya. 


Untuk itu, Ia berharap kepada seluruh pengurus yang baru dilantik agar dalam menjalankan organisasi ini,  senantiasa berkomunikasi, berkolaborasi dengan semua unsur, dengan semua pemangku kepentingan secara bertahap.


Dan insya Allah, kalau ini yang kita lakukan, maka apa yang menjadi cita-cita nawaitu kita, insya Allah semua akan berjalan, kehadiran LDII Kabupaten Kolaka Timur, mari kita bersinergi, berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mendukung visi misi Bupati dan Wakil Bupati," harapnya. 

 

Sementara itu, Ketua DPD LDII Koltim, Abdul Gofur mengatakan bahwa dirinya sebagai Ketua DPD yang baru dilantik akan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan membangun kerja sama yang baik dengan semua elemen masyarakat terutama pemerintah daerah. 


"Kami sebagai Lembaga Dakwah Islam Indonesia Kabupaten Kolar Timur akan membangun kerja sama dan berkolaborasi teehadap pemerintah, dan kami siap untuk berkomitmen untuk bersama-sama dengan pemerintah setempat untuk membantu kelancaran pembangunan daerah," terangnya. 


 "Kami siap dan berkomitmen untuk membangun Kabupaten Kolar Timur dan berkolaborasi serta mendukung penuh semua program-program yang ada di Kabupaten Kolaka Timur," ucapnya. 


Ia juga menyebutkan jumlah anggota LDII untuk saat ini di Kabupaten Kolaka Timur kurang lebih 1.000 Orang. 


"Sebelumnya 830 Orang sekarang kurang lebih 1.000 Orang, jadi itu kurang lebih," sebutnya. 


Ia mengharapkan, setelah pelantikan para pengurus LDII di Kolaka Timur dapat menjalankan tugas sesui dengan visi misi organisasi. 


"Terutama untuk kemaslahatan umat di bidang dakwah, salah satunya memiliki akhlakul karimah, ditambah dengan paham fakih," harapnya. 


Di tempat yang sama, Ketua DPW LDII Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. La Ode Mane Mbeu mengatakan tujuan utama dari pengukuhan terbentuknya DPD Kolaka Timur ini, yang pertama, sesuai dengan mekanisme organisasi, pengukuhan dan pelantikan itu menjadi sebuah keniscayaan sebagai tanda resminya. paracpengurus itu diberi tugas sesuai dengan posisi yang sudah disebutkan di dalam SK ini.

 Yang kedua, sekaligus, ini bagian dari konsolidasi organisasi, sehingga kalau ada anggota yang mungkin juga panas-panasnya mulai kurang, dengan adanya informasi seperti ini yang mulai tumbuh lagi kesemangatannya. 


Mudah-mudahan ini bisa terus kita pelihara, karena kalau kita baca teori, eh, yang mendasari organisasi itu, salah satu yang bisa membuat organisasi itu kukuh dan dinamis adalah seringnya konsolidasi.

Pak, mungkin bisa mungkin kita sampaikan juga, Pak, untuk LDI sendiri ini, baik di Kolaka Timur ataupun secara totalitas seluruh Sulawesi Tenggara, eh, kira-kira sudah berapa, eh, santrinya atau anggotanya, Pak?


 Kalau anggota di LDI itu ada anggota tetap, ada anggota tidak tetap. Nah, kalau kita bicara anggota tetap, mungkin sekitar 3.000 sekian. Tapi kalau bicara anggota tidak tetap, tahun 2024 itu sudah berapa juta itu, jadi sekarang belum kita update lagi. Selamat angkat luka. Banyak, banyak. Mungkin, Pak, tadi sempat Bapak sampaikan, Pak Kasati, menyampaikan bahwa LDI ini termasuk lembaga atau organisasi keislaman yang terbesar di Indonesia, gitu. Dari awal sampai akhir, ada kajiannya lembaga negara atau bagaimana, Pak?

Dari awal sampai akhir. Jadi kalau kita bicara tentang posisi jumlah anggota, sekarang tahun 2025 itu posisi ketiga. Dari Muhammadiyah? Eh, pertama itu NU, NU. Yang kedua Muhammadiyah. Yang ketiga LDI. Setelah itu mulai bagi-bagi. Kalau persis di Jawa Barat, kalau seperti apa lagi itu di daerah lain. Kalau LDI itu memang se-Indonesia begitu. Jadi kalau bicara itu, ya, tapi bagi kami yang berkecimpung di situ, bukan itu yang terpenting. Yang kami pikirkan itu adalah bagaimana hubungan manusia dengan sesama ini tetap harmonis, tetapi tidak mengabaikan hubungannya dengan Tuhan. Luar biasa, Pak. Ya, mungkin, Pak, bisa ditambahkan seperti yang tadi Bapak sampaikan bahwa LDI ini artinya, eh, memprioritaskan kontribusi terhadap, eh, bangsa dan negara, Pak. Eh, kira-kira, eh, kontribusinya itu se- eh, seperti apa saja, Pak, dari LDI sendiri?

Tahun 2023, satu-satunya provinsi di Indonesia yang melaksanakan sosialisasi dan pelatihan wawasan kebangsaan dan bela negara, 21 angkatan, hanya di Ind di Sulawesi Tenggara, Pak. Yang lainnya itu 12 kali, 10 kali. Kalau kita di Sulawesi Tenggara, 21. Luar biasa. Ya, mungkin terakhir, Pak, karena singkat waktunya, eh, setelah terbentuk, eh, pengukuhannya LDI di Kabupaten Kolaka Timur, apa harapan-harapannya, Pak? Iya, harapan saya segera buat program kerja. Program kerja itu bukan yang muluk-muluk, tapi betul-betul yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sehingga begitu dieksekusi, yang merasakan manfaatnya adalah masyarakat. Luar biasa. Makasih banyak, Pak. Makasih. Nama lengkapnya, Pak? Nama lengkap saya Dokter Andes Laode Manembeu. Saya termasuk yang DO untuk S3, Pak.

Luar biasa. Laode Mangendeu. Laode Mane. Manenggeu. Mane Mbeu. Mbeu. Manembeu.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl