KOLTIM,SITUSSULTRA.com-Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) secara resmi baru saja mengukuhkan dan melantik Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) dan sejumlah pengurus baru masa bakti 2025-2030, tepatnya di Aula Kantor Lurah Ladongi Kecamatan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur, Kamis (18/6/2026).
Sesuai pantauan dalam pengukuhan ini dihadiri sejumlah Tokoh Publik penting dan Pejabat Tinggi Daerah serta Pimpinan Instansi terkait lainnya yakni, Bupati Kolaka Timur yang diwakili Asisten I, Ketua DPRD Koltim Hj.Jumhani,S.Pd,M.Si, Kapolres KolakaTimur atau yang mewakili, Dandim 1412 Kolaka atau yang mewakili, Ketua DPW LDII Provinsi Sulawesi Tenggara, Kepala Kesbangpol Koltim, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Koltim, Ketua Tokoh Pemekaran Koltim, Tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan sejumlah pihak terkait lainnya,
Pengukuhan dan Pelantikan ini mengusung tema "Membangun Kepemimpinan Profesional yang Berkarakter Luhur, Memperkuat Moderasi Beragama, dan Kontribusi Nyata untuk Masyarakat."
Dalam sambutannya, Plt. Bupati Kolaka Timur yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Marwan berpesan kepada para pengurus yang telah dilantik agar menjalankan tugas sesuai amanah dengan iklash.
“Di pundak Bapak, Ibu tentu ada tanggung jawab yang besar, yang Bapak Ibu harus laksanakan dengan penuh keikhlasan dan ketulusan, "pesannya.
Ia mengatakan, dalam menjalankan amanah tentu para pengurus yang baru akan mendapatkan banyak tantangan, mulai dari tingkat bawah hingga tingkat atas.
"Saya merasakan itu karena, mohon maaf, di kampung saya, di Mowewe, ada banyak anggota LDII, Saya sering berkomunikasi, berinteraksi, ketika mereka melaksanakan program kerja," katanya.
"Banyak memang tantangan yang didapatkan di lapangan dan tidak sedikit orang memberikan argumen yang berbeda-beda," sambungnya.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa dalam menjalankan amanah dibutuhkan sebuah niat tulus dan ikhlas, karena hanya semata-mata untuk mendapatkan ridho dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.
"Kita semua, warga masyarakat Kolaka Timur tentu merasa berbangga dan bergembira sebagai masyarakat Kabupaten Kolaka Timur, karena di tengah kemajemukan kita semua, baik itu suku, agama, maupun ras, ini semua terpelihara dengan bagus," ujarnya.
"Toleransi, modernisasi beragama, ini terpelihara dengan bagus. Faktanya, Alhamdulillah, kita di Kabupaten Kolaka Timur, mungkin kalau saya tidak salah, kita tidak pernah mendengar atau mendapatkan ada konflik, ada gesekan di tingkat bawah, karena hanya persoalan perbedaan, saya kira ini merupakan modal dan aset besar bagi kita semua," tambahnya.
Untuk itu, Ia berharap kepada seluruh pengurus yang baru dilantik agar dalam menjalankan organisasi ini, senantiasa berkomunikasi, berkolaborasi dengan semua unsur, dengan semua pemangku kepentingan secara bertahap.
"Dan insya Allah, kalau ini yang kita lakukan, maka apa yang menjadi cita-cita nawaitu kita, insya Allah semua akan berjalan, kehadiran LDII Kabupaten Kolaka Timur, mari kita bersinergi, berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mendukung visi misi Bupati dan Wakil Bupati," imbaunya.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Koltim, Abdul Gofur mengatakan bahwa dirinya sebagai Ketua DPD yang baru dilantik akan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan membangun kerja sama yang baik dengan semua elemen masyarakat terutama pemerintah daerah.
"Kami sebagai Lembaga Dakwah Islam Indonesia Kabupaten Kolar Timur akan membangun kerja sama dan berkolaborasi teehadap pemerintah, dan kami siap untuk berkomitmen untuk bersama-sama dengan pemerintah setempat untuk membantu kelancaran pembangunan daerah," terangnya.
"Kami siap dan berkomitmen untuk membangun Kabupaten Kolar Timur dan berkolaborasi serta mendukung penuh semua program-program yang ada di Kabupaten Kolaka Timur," ucapnya.
Ia juga menyebutkan jumlah anggota LDII untuk saat ini di Kabupaten Kolaka Timur kurang lebih 1.000 Orang.
"Sebelumnya 830 Orang sekarang kurang lebih 1.000 Orang, jadi itu kurang lebih," sebutnya.
Ia mengharapkan, setelah pelantikan para pengurus LDII di Kolaka Timur dapat menjalankan tugas sesui dengan visi misi organisasi.
"Terutama untuk kemaslahatan umat di bidang dakwah, salah satunya memiliki akhlakul karimah, ditambah dengan paham fakih," harapnya.
Di tempat yang sama, Ketua DPW LDII Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. La Ode Mane Mbeu mengatakan bahwa ada Dua tujuan utama dari pengukuhan terbentuknya kepengurusan DPD Kolaka Timur.
'Yang pertama, sesuai dengan mekanisme organisasi, pengukuhan dan pelantikan itu menjadi sebuah keniscayaan sebagai tanda resminya. para pengurus itu diberi tugas sesuai dengan posisi yang sudah disebutkan di dalam SK," ungkapnya.
"Yang kedua, sekaligus, ini bagian dari konsolidasi organisasi, sehingga kalau ada anggota yang mungkin juga panas-panasnya mulai kurang, dengan adanya informasi seperti ini maka akan mulai tumbuh lagi kesemangatannya," sambungnya.
Melalui kesempatan ini, Ia berharap agar semoga dengan terbentuknya LDII Koltim bisa terus dipelihara, karena menurutnya salah satu yang bisa membuat organisasi itu kokoh dan dinamis adalah seringnya diadakan konsolidasi.
Sehingga kata dia, yang terpenting dalam menjaga integritas dan kemajuan organisasi keagamaan bukan dilihat dari posisi organisasi itu berada namun bagaimana membangun harmonisasi antar sesama manusia.
"Bagi kami yang berkecimpung di sini yang terpenting yang kami fikirkan itu adalah bagaimana hubungan manusia dengan sesama ini tetap harmonis, tetapi tidak mengabaikan hubungannya dengan Tuhan," jelasnya.
Ia menuturkan, LDII Provinsi Sulawesi Tenggara selalu berupaya untuk mengutamakan kontribusi terhadap Bangsa dan Negara.
"Tahun 2023, satu-satunya provinsi di Indonesia yang melaksanakan sosialisasi dan pelatihan wawasan kebangsaan dan bela negara, 21 angkatan, hanya ddi Sulawesi Tenggara, yang lainnya itu 12 kali, 10 kali. Kalau kita di Sulawesi Tenggara sudah 21 kali," hitungnya.
Ia juga berharap agar kepengurusan LDII di Koltim yang baru sebisa mungkin untuk segera membuat program kerja yang bermanfaat untuk masyarakat Kolaka Timur.
"Program kerja itu bukan yang muluk-muluk, tapi betul-betul yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sehingga begitu dieksekusi, yang merasakan manfaatnya adalah masyarakat," harapnya.
Penulis : Darson


