Bokeo Mekongga Dinobatkan, Tujuh Toono Motuo Sepakati Hakim Dachlan sebagai Bokeo Mekongga ke-XXII

Publisher Admin-Situs Sultra
September 19, 2026
Last Updated 2026-09-19T12:06:04Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates


KOLTIM,SITUSSULTRA.com-
Penobatan Bokeo (Raja) Mekongga ke-XXII berlangsung di halaman Situs Cagar Budaya Bokeo Robe, Desa Wonuambuteo, Kecamatan Lambandia, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Sabtu (19/9/2026).


Prosesi penobatan berlangsung dalam suasana khidmat. Rangkaian acara diawali dengan mombesara, kemudian dilanjutkan dengan musyawarah tujuh Toono Motuo yang disebut mewakili tujuh daerah istimewa dalam struktur adat Mekongga.


Ketujuh Toono Motuo tersebut masing-masing berasal dari Lalombaa, Puehu (Wundulako), Tikonu, Puundoho (Baula), Lambo, Laloeha, dan Sabilambo.


Dalam musyawarah tersebut, para Toono Motuo menyepakati penobatan PYM Hakim Dachlan, S.Pd. sebagai Bokeo (Raja) Mekongga XXII. Penobatan dilakukan oleh Puusara Burhan Buburanda.


Penobatan tersebut tidak hanya dihadiri unsur masyarakat adat Mekongga. Sejumlah raja, sultan, mokole, datu, dan tokoh kerajaan Nusantara turut hadir menyaksikan prosesi tersebut.


Di antara tokoh yang hadir adalah Paduka yang Mulia (PYM) Raja Keraton Surakarta sekaligus Ketua Umum DPP MAKN Pusat, YM Dr. KPH Eddy S. Wirabhumi, S.H., M.H.; Bhontona Lantongau, YM Dr. Ir. Muhamad Rajulan, S.T., M.Si.; Raja Nusak Termanu Rote, Nusa Tenggara Timur, PYM Vico Amalo bersama permaisuri PYM Actry Amalo; Sultan Buton PYM Ir. H. La Ode Muh. Syamsul Qamar, M.T., IPU; Raja Kobaena XXXIII PYM Apua Mokole Kasman Lanota Sangia Dai Bolonangka, S.P.; serta Raja Pencea Moronene Poleang PYM Apua Mokole Nippon Muhammad Ali.


Turut hadir Raja Karaeng Rumbia Jeneponto YM Andi Ratnasari Patta Sunny Karaeng Bainea, Datu Luwu YM H. Andi Baso Ilyas Opu Lanre, S.T., Raja Lakina Wanse PYM La Ode Saharumu, Raja Lakina Barata Kulinsusu XXIV PYM La Ode Darlan, S.KM., Raja Wawonii XIII PYM Paapu Mokole H. Abd. Salam, Raja Sanrobone XXX Takalar PYM Andi Zulkifli Yusuf Daeng Rani Karaengta Pangkaje'ne, Raja Mori Kolonodale PYM Mokole Arman Marunduh, Raja Konkep PYM H. Abdul Salam, AP, M.Si., Raja Rumbia Moronene PYM Apua Mokole Alfian Pimpie, S.H., M.Ap., serta Raja Muna PYM La Ode Riago Kino Kasaka Sangia Kobenteno Wuna, S.H., beserta sejumlah pembesar Kerajaan Muna.


Selain itu, hadir Raja Mare Selayar PYM Opu A. Soraya Karaeng Lolo bersama permaisuri PYM A. Ramlah, S.Pd., M.Sos., Sekretaris DPW MAKN Sultra YM Dr. (H.C.) Ar. Mokole A. Muslimin MS Sangia Pusu, S.T., M.PW., IAI., Ketua DPD MAKN serta Ketua Harian MAKN Kolaka YM Anakia Syaifullah.


Dari unsur masyarakat dan pemerintahan daerah, kegiatan tersebut turut disaksikan sejumlah bangsawan yang ada di Kolaka Timur dan Konawe, di antaranya H. Arwin Labatamba, Adjomain Suruambo dan H. Buhari Matta (Mantan Bupati Kolaka dua periode), serta unsur perwakilan Forkopimda Provinsi Sulawesi Tenggara, Forkopimda Kabupaten Kolaka, dan Forkopimda Kabupaten Kolaka Timur.


Penobatan Bokeo Mekongga Ke XXII menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang juga mencakup pengukuhan perangkat Kerajaan Mekongga, Tamalaki Kerajaan, dan Laskar Mekongga.


Ketua Panitia Pelaksana, Anakia Drs. Tazba Bin Thayeb, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam terselenggaranya penobatan Bokeo Mekongga Ke XXII.


“Penobatan Bokeo Mekongga Ke XXII bukan sekadar sebuah prosesi adat, tetapi merupakan momentum untuk mempertemukan kembali sejarah, adat, budaya, dan persaudaraan. Apa yang kita laksanakan hari ini adalah ikhtiar untuk merawat warisan para leluhur agar tetap hidup, dipahami, dan diwariskan kepada generasi yang akan datang,” ungkap Tazba.


Lebih lanjut Tazba mengungkap, keberhasilan kegiatan tersebut tidak dapat dipisahkan dari dukungan para tokoh adat, raja-raja Nusantara, Para YM. Mokole, organisasi masyarakat adat, Tamalaki, Laskar Mekongga, serta seluruh masyarakat yang hadir.


“Kami menyadari bahwa sebuah kegiatan sebesar ini tidak mungkin berdiri karena satu atau dua orang. Ia lahir dari kebersamaan. Karena itu, kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah menyumbangkan tenaga, pikiran, waktu, dan doa. Semoga kebersamaan ini menjadi kekuatan untuk menjaga marwah adat dan kebudayaan Mekongga," imbaunya. 


Sejumlah organisasi dan kelompok masyarakat adat turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Tamalaki Bende Wonua, Banderano Tolaki, Ta'awuno Tolaki, Forum Pemuda Adat Tolaki (FORDATI), Tamalaki Pobendeno Wonua Sultra, serta sejumlah Laskar Mekongga Raya.


Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa prosesi penobatan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang pertemuan berbagai unsur masyarakat adat, kerajaan dan lembaga kebudayaan di Sulawesi Tenggara.


Sekretaris Panitia Pelaksana, Anakia Muh. Haris Silondae, S.H., mengatakan bahwa terselenggaranya kegiatan tersebut merupakan hasil dari kerja bersama berbagai unsur yang memiliki kepedulian terhadap adat dan kebudayaan Mekongga.


“Kami sebagai panitia tentu merasa bersyukur karena seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Di balik kemeriahan dan kemegahan prosesi ini terdapat kerja panjang, koordinasi, kebersamaan, dan pengorbanan banyak pihak. Kami memberikan apresiasi kepada semua yang telah mengambil bagian,” tutur Haris.


keberadaan generasi muda menjadi bagian penting dalam keberlanjutan adat dan budaya Mekongga.


“Kita tidak ingin adat hanya dikenang sebagai cerita masa lalu. Adat harus menjadi sumber nilai bagi masa depan. Karena itu, tugas kita bukan hanya menjaga apa yang diwariskan leluhur, tetapi juga memastikan generasi muda mengenal, memahami, dan mampu meneruskan nilai-nilai tersebut secara bermartabat.” Imbuhnya. 



Dalam prosesi tersebut, musyawarah tujuh Toono Motuo menjadi salah satu bagian penting sebelum penobatan. Musyawarah itu menjadi forum untuk menyepakati calon Bokeo yang kemudian dinobatkan oleh Puusara.



Penulis : Hasmadin

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl