KONSEL,SITUSSULTRA.com- Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tenggara (Sultra), Hugua, menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama (NU) yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Konawe Selatan di Kecamatan Lalembuu, Sabtu lalu.
Kehadiran Wakil Gubernur dalam kegiatan keagamaan tersebut menjadi momentum penting penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan dalam menjaga kesatuan dan persatuan serta pembangunan daerah.
Di sela-sela rangkaian acara Harlah NU, Hugua menyempatkan diri meninjau langsung kondisi jalan provinsi dan jembatan yang rusak di wilayah Lalembuu. Ruas jalan yang ditinjau memiliki panjang sekitar 29,7 kilometer, dengan kondisi kerusakan cukup parah. Selain itu, terdapat jembatan sepanjang 65 meter yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Dalam dialog dengan masyarakat setempat, sejumlah tokoh warga menyampaikan bahwa jalan tersebut telah puluhan tahun belum mendapatkan perbaikan yang memadai. Kondisi jalan yang berdebu saat musim kemarau dan berlumpur saat musim hujan kerap mengganggu aktivitas warga serta meningkatkan risiko kecelakaan.
Tokoh masyarakat Lalembuu, Muh. Saring, mengungkapkan bahwa jalan tersebut telah lebih dari 40 tahun belum pernah mendapatkan pengaspalan yang layak. Kondisi tersebut berdampak langsung pada keselamatan dan aktivitas warga.
“Kalau musim panas sangat berdebu, dan saat musim hujan sangat berlumpur. Kondisi ini sering menyebabkan kecelakaan,” ujarnya di hadapan Wakil Gubernur.
Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur Sultra Hugua menyampaikan bahwa hasil peninjauan lapangan akan segera dilaporkan kepada Gubernur. Disaat yang bersamaan, ia juga memerintahkan Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Provinsi Sulawesi Tenggara untuk segera menindaklanjuti dan melakukan perbaikan sesuai kemampuan APBD, disamping itu Pemda Sultra juga akan mendorong perbaikan melalui usulan Instruksi Presiden (Inpres) yang bersumber dari APBN,
“Selain melalui APBD, kami juga akan mendorong perbaikan melalui usulan Instruksi Presiden (Inpres) yang bersumber dari APBN,” tegas Hugua.
Hugua menjelaskan, di tengah kebijakan efisiensi, banyak anggaran daerah yang saat ini ditarik ke pemerintah pusat. Anggaran tersebut nantinya akan dikembalikan ke daerah melalui skema tugas pembantuan dan dekonsentrasi. Namun, penyaluran dana tersebut sangat bergantung pada sejauh mana pemerintah daerah bersikap proaktif dalam mengajukan dan mengawal program.
Karena itu, Hugua menekankan agar Kepala Dinas Bina Marga dan SDA Sultra berperan layaknya seorang CEO, yang tidak hanya menunggu anggaran, tetapi aktif menyusun perencanaan, membangun komunikasi kepada pemerintah pusat, serta memastikan kesiapan teknis di lapangan.
“Keberhasilan mendapatkan Inpres ini akan menjadi bagian penting dari evaluasi dan pengawasan saya terhadap kinerja Dinas Bina Marga,” tegas Hugua.
Hugua menegaskan bahwa peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan menjadi fokus utama pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra ASR–Hugua.
Masyarakat Lalembuu berharap, kunjungan dan peninjauan ini benar-benar menjadi dasar perencanaan perbaikan infrastruktur ke depan, sehingga akses transportasi semakin aman, lancar, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Laporan : Tim


