KOLTIM, SITUSSULTRA. com-Kondisi halaman Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Poli-Polia terlihat memprihatinkan saat musim Hujan tiba.
Pasalnya, genangan air hujan di halaman Sekolah dan sekitarnya terlihat meluap dan menghalangi aktivitas belajar mengajar di Sekolah tersebut.
Hal ini diketahui saat Kepala SDN 2 Poli-Polia Dewa Ketut Candi menceritakan kondisi Sekolah yang dipimpinnya kepada Situssultra.com pada Rabu (15/7/2026).
Ia mengungkapkan, sekolah yang diembannya halamannya selalu digenangi Air, saat hujan terus mengguyur wilayah sekitar SDN 2 Poli-Polia. Dan mengakibatkan para murid dan guru harus melepaskan Sepatu dan Kaos Kaki agar bisa melewati genangan Air saat hendak mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM).
Kata dia, dengan kondisi seperti itu, pihaknya berupaya membuat tanggul atau parit meski dengan menggunakan dana bantuan operasional sekolah (Bos).
"Saya berupaya cari dan sewa doser atau heksa pake swadaya atau uang sendiri, saya pake biaya dari dana BOS ternyata tidak ada juknisnya untuk ini, terpaksa saya mengembalikan pakai dana pribadi," ungkapnya.
"Saya membuat parit agar air tidak meluap supaya genangan air tidak menghalangi kegiatan belajar mengajar di Sekolah ini, agar anak-anak disini bisa lewat tanpa harus membuka sepatu dan Kaos, " sambungnya.
Dengan kondisi sekolah yang selalu digenangi Air saat musim penghujan tiba, Ia merasa kesal sebab warga mulai mengeluhkan keadaan lingkungan sekolah yang tidak mendukung kesehatan dan kegiatan belajar mengajar.
"Akhirnya di sini orang tua siswa mengeluh, bisa bisa sekolah ini nanti idak dapat siswa," kesalnya.
Ia menuturkan, meski dirinya telah berupaya membuat saluran dengan menggunakan alat berat namun halaman sekolah tersebut tetap tergenang karena tanggulnya tidak menggunakan beton yang memiliki ukuran yang bisa menghalau luapan Air hujan.
"Masih selalu tergenang, ini perlu dibuat drainase agar maksimal karena luapan hujan di situ deras jika hujan terus mengguyur," jelasnya.
Ia juga mengungkapkan, jika dirinya telah sering menyampaikan hal tersebut ke pihak Dinas Pendidikan Koltim, mulai dari Kadis, Kabid, Kasi dan pihak terkait lainnya agar kendala tersebut dapat teratasi.
"Sejak saya masuk tahun 2024 saya sering sampaikan kalau halaman sekolah ini sering digenangi air bahkan dua minggu lalu saya sampaikan namun tidak ada realisasi," terangnya.
"Sehingga kebetulan ada heksa disini saya sewa dari hasil musyawarah dengan para guru, Saya coba menggunakan dana bos tapi ternyata tidak bisa terpaksa mengembalikan dana pribadi," ulasnya.
"Siapa tidak prihatin kalau begini saya sering ajak orang di diknas singgah jalan-jalan agar melihat keadaan sekolah tapi susah," tambahnya dengan nada kesal.
Untuk itu, Ia mengharapkan, kebijakan Pemerintah terkait agar halaman sekolah yang dinahkodainya tidak digenangi air saat Hujan mengguyur sehingga para guru dan siswa tidak terganggu saat hendak melakukan aktivitas belajar mengajar.
"Saya mengharapkan kalau ada bantuan untuk ini sekiranya sekolah kami dibantu agar saat musim hujan, air tidak tergenang di halaman," harapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan Dinas Pendidikan Kabupaten Koltim Edi menjelaskan, untuk pendanaan drainase pada Dinas Pendidikan belum ada.
"Jadi solusinya, kalau memang sekolah butuh drainase seharusnya melalui Desa jadi bagus disampaikan di Desanya, kalau urusan penimbunan halamannya bisa datang konsultasi di Dikbud," jelas Kabid kepada Situssultra.com Kamis (16/7/2026).
Ia menerangkan, tidak bisa pihak sekolah membuat parit dengan menyewa alat berat atau heksa pakai dana bos karena penggunaannya tidak sesuai juknis.
"Memang itu tidak bisa buat parit menggunakan dana Bos," akuinya.
Ia menghimbau, sebelum pihak sekolah bertindak untuk menganggarkan pembuatan parit sebaiknya berkoordinasi dengan Dikbud.
"Jadi untuk peruntukan Drainasenya tidak bisa dana pendidikan," ujarnya.
Sehubungan karena tidak adanya anggaran dari dinas pendidikan untuk pembuatan drainase maka pihaknya menghimbau aga pihak sekolah bisa berkoordinasi dengan pemerintah Desa setempat.
Penulis : Darson


