![]() |
| Ilustrasi, (shutterstock) |
KOLAKA, SITUSSULTA.com-Penipu yang menggunakan Identitas orang lain lalu meminta Uang ke Salah satu Pejabat Rumah Sakit di Kolaka, dengan melampirkan Foto Founder Situssultra.com ternyata mengaku sebagai Wartawan Pemburu Berita.
Hal ini diungkapkan langsung Plt. Direktur Rumah Sakit Benjamin Gulu (RSBG) Kabupaten Kolaka H. Agus Suyanto saat dikonfirmasi melalui whatsappnya, Senin (26/1/2026).
"Dia bilang saya Wartawan Pemburu Berita kemudian waktu itu Dia bilang dia berada di Morowali lalu Dia Minta Uang," ungkap Plt Direktur.
Lebih lanjut, Plt. Direktur menjelaskan bahwa dirinya sempat curiga dan merasa heran dengan gelagak Penelpon yang belum dikenalnya tiba-tiba minta Uang, sehingga Ia menanyakan identitasnya berupa nama, saat itulah Penipu mengaku sebagai Wartawan Pemburu Berita dan melampirkan Identitas Foto milik Darson.
"Saya heran kenapa ini menelpon ujung-ujungnya sampai minta Uang, saya tanya siapa namata di situ saya lihat tertulis Darson saya lihat Fotonya, tapi itu Foto kalau di HP tidak kelihatan namun di Komputer bisa terlihat dan saya lihat Kita saat Foto bersama Bupati,"jelasnya.
Plt. Direktur juga menuturkan jika penipu itu tidak pernah bertemu secara langsung dan belum pernah bertandang di ruang Kantor Kerja Direktur RSBG Kolaka.
"Dia belum pernah hanya menelponji ituji saya lihat Foto waktu kita Foto bersama Bupati,"bebernya.
Sementara itu, tim Situssultra.com melakukan penelusuran dengan cara meminta nomor penipu dari Plt. Direktur RSBG Kolaka yang pernah digunakan saat menelpon mencatut Nama dan meminta Uang.
Kemudian, setelah nomor tersebut dihubungi ternyata masih aktiv dan berdering, Alhasil Penipu mengangkat panggilan melalui whatsappnya.
"Hallo posisi di mana saudaraku," kata Salah Satu Tim penelusur Situs Sultra, mensiasati agar penipu bisa menjawab dan berbicara.
"Hallo Saya di Kendari," jawabnya singkat.
"Oh Kita tidak ke Sini juga meliput kah," balas tim Situs Sultra dengan taktik agar orang tersebut diketahui apakah Ia adalah orang yang senang melaku kegiatan Jurnalistik dan bisa berdialog lebih lama.
Namun anehnya mendengar kalimat meliput orang tersebut spontanitas langsung memblokir nomor Salah Satu Tim Situs Sultra, sehingga bisa diduga kuat orang tersebut adalah penipu yang sengaja menggunakan identitas jurnalis.
Dugaan modus penipuan ini diketahui, sebelumnya Penasehat PWI Kolaka yang juga Eks. Ketua PWI Kolaka Armin Arsyad menghubungi Darson dan bertanya apakah dia (Darson) pernah menelpon Plt. Direktur RSBG Kolaka lalu meminta uang?.
Mendengarkan pertanyaan itu, tentu saja Darson kaget mendengar, pasalnya sama sekali dirinya tak mengenal Plt. Dirut yang dimaksud dan tak memiliki koneksi interaksi dalam bentuk apapun, baik interaksi melalui Telpon maupun media sosial atau secara langsung.
"Jangankan kenal, ke Kolaka saja dalam setahun untung-untungan kalau ada sesekali baru pergi apalagi berurusan dengan hal seperti itu," kesalnya.
Dimana, dalam modus penipuan itu dijelaskan, seorang Pelaku menghubungi Plt. Direktur RSBG Kolaka dengan cara meminta uang transportasi dengan melampirkan identitas berupa Foto yang diketahui milik Seseorang yang berprofesi Jurnalis. Foto yang dikirim diduga diunggah di akun FB milik Darson.
"Bisa jadi dia merusak Namamu,"jelas Armin dengan singkat melalui whatsapp setelah mengirimkan chat dari Plt Direktur RSBG Kolaka yakni "Ini orangnya yang tadi malam minta Uang dari Koltim" dengan lampiran Foto Darson yang dikirim Direktur dan sudah diedit. Diduga Foto tersebut diunggah pelaku dari akun FB milik Darson.
Namun, Kata Armin pelaku tersebut merupakan Penipu yang hendak menipu Pihak RSBG dengan cara meminta uang lewat Ponsel.
"Penipu itu kejadiannya Jumat malam, Dia minta uang untuk BBM,"ungkapnya.
Armin juga mengatakan jika modus penipuan ini telah disampaikan kepada Direktur bahwa Penelpon tersebut adalah penipu.
"Tapi saya Sudah tanya pak direktur kemarin jangan percaya karena itu penipu,"pungkasnya.
Untuk itu, dengan kejadian seperti ini,dihimbau kepada pejabat Publik agar lebih berhati-hati saat mengangkat Penelpon yang belum di kenal nomor ponselnya.(tim)


