KOLTIM,SITUSSULTRA.com-Melalui momen Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah 2026,"Mari Kita meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah, karena bulan Suci Ramadhan adalah kesempatan emas untuk menyucikan hati, mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Olehnya itu, menjalankan puasa di bulan Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah agar diampuni dosa-dosa yang lalu.
Dengan meningkatkan ibadah dan menjaga keseimbangan antara kewajiban duniawi dan ukhrawi, diharapkan Ramadan menjadi momen transformasi diri menjadi pribadi yang lebih bertakwa.
Untuk itulah melalui momen yang penuh berkah ini Kepala Puskesmas (Kapus) Poli-Polia KAHARUDDIN NUR S.Kep, NS, M. KM mengucapkan Maraban Ya Ramadhan dan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1447 Hijriah 2026 Masehi.
Melalui kesempatan ini Kepala Puskesmas tentu berharap agar rasa solidaritas dan hubungan silahturahmi antar sesama selalu terjaga khususnya di Kabupaten Kolaka Timur.
Dikatakan, sebab ibadah puasa dalam Islam memiliki hubungan yang sangat erat dengan kebersamaan, solidaritas, dan persatuan sosial. Meskipun puasa sering dipandang sebagai ibadah individual antara manusia dan Tuhannya (hablun minallah), puasa Ramadan secara signifikan menggerakkan hubungan antarmanusia (hablun minannas) melalui berbagai cara, terutama di bulan Ramadhan.
Selain itu manfaat Puasa melatih umat Islam merasakan lapar dan dahaga, yang membangkitkan rasa empati terhadap mereka yang kurang beruntung atau kekurangan. Pengalaman bersama ini mendorong solidaritas sosial dan kesadaran untuk berbagi.
Puasa juga Mempererat Silaturahmi melalui Berbuka Puasa Bersama. Momen buka puasa bersama (ifthar) keluarga, teman, maupun komunitas menjadi ajang untuk mempererat hubungan sosial dan membangun ikatan komunitas yang lebih kuat.
Gerakan Peduli Sesama (Sedekah dan Amal) karena Puasa mendorong peningkatan sedekah, zakat, dan bantuan sosial, yang mengurangi ketimpangan sosial dan memperkuat ikatan antara yang mampu dan kurang mampu.
Tak hanya itu, Puasa juga memperkokoh persatuan, yakni, Penyatuan Waktu dan Ibadah (Kesatuan Ummat), sebab Umat Islam berpuasa dan berbuka pada waktu yang sama, menciptakan rasa kesatuan dan kebersamaan yang tinggi, serta melepaskan diri dari kesombongan.
Jadi secara keseluruhan, ibadah puasa, khususnya di bulan Ramadan, berfungsi sebagai ajang untuk meningkatkan persatuan nasional, memperkuat ikatan keluarga, dan menumbuhkan rasa persaudaraan yang lebih erat di tengah masyarakat.
Editor : Darson


